Oleh: birusamudera | Maret 4, 2014

Aku Menciptakan Ibu

Aku menciptakan ibu di teduh matamu
binar jadi suluh buat harapan
Aku menciptakan ibu dalam pelukanmu
lembut dan sabar membelai letihku
Aku menciptakan ibu di lengkung bibirmu
ruah bagi kebaikan sepenuh doa
Aku menciptakan ibu pada telapak kakimu
kelak surga bagi anak-anak kita

Jakarta, 8 Februari 2014, 01.41 WIb

Oleh: birusamudera | Maret 4, 2014

Aku yang Kau Cari

Jika kau mencari ayah
Aku di sini
Biarkanmu bermain hingga lelah
Lalu kugendong engkau sampai rebah
Diantar dongeng
Juga lagu-lagu masa kecilmu

Jika kau mencari kakak
Aku di sisi
Mendengarkan celoteh dan gelak
Atau sekedar menabur sajak
Lalu kita punya banyak
rahasia tersembunyi dari ibu bapak

Jika kau mencari bocah lelaki
Sela hujan kutingkahi
Cuma nada khawatirmu membuat pulang
Satu jeweran isak pun lepas kekang
Lalu rajuk gigilku bersiasat
Memohon dekap dada paling hangat

Jika kau mencari kekasih
Kau tahu di mana
Pada kecup di kening dan teduh pagimu
Pada cumbu di bibir dan gelora harimu
Pada simpuh lututku dan cincin di jarimu

Jakarta, 4 Maret 2014, 01.21 WIB

Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #16

kesedihan itu gelap seperti secangkir kopi
biarkan saja mengendap
kelak akan bisa kaunikmati

Jakarta, 21 Februari 2013
20.07 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #15

Bu, ijinkan aku telusuri senja
tak usah khawatir, aku akan pulang
mungkin nanti ada yang kubawa untukmu
calon mantu…
:)

Jakarta, 21 Februari 2013
20.03 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #14

aku belajar dari labalaba di sudut kamar
cara merajut kesetiaan
yang dengannya rindu akan kuselimuti
cinta akan kuperam

Jakarta, 21 Februari 2013
19.52 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #13

di rimbun pepohon tak nampak katakata
cinta telah sedemikian
merupa angin yang mengantar ke tepian

Jakarta, 21 Februari 2013
19.39 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #12

Tergoda oleh gemericik sungai yang pulang
Bolehkah aku cemburu pada lautan?

Jakarta, 21 Februari 2013
19.27 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 20, 2013

Ilalang #2: Selamat Pagi

Selamat pagi, Ilalang…

Mungkin kau masih terlelap
Namun di sebelahku, secangkir kopi telah siap
Telur mata sapi telah ludes aku santap
Sebentar lagi, aku akan beranjak ke dunia tak beratap
Aku harus menata hidup sepenuh harap
Agar nanti, saat kau putuskan untuk menetap
Hatiku telah menjadi lindung yang nyaman
Teduh yang tenang
Bagi mimpi yang kau bangun perlahan dalam senyap
Bagi letih harimu yang akan sebisa mungkin kudekap

Jakarta, 20 Februari 2013
06.04 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 20, 2013

Ilalang #1: Selamat Tidur

Selamat tidur, Ilalang…

Sepertinya aku masih akan menahan kantuk
Sejenak
Melanjutkan konspirasi kecilku dengan huruf-huruf di papan kunci
Tentang kata-kata yang akan diucapkan kabut dan embun
saat engkau bangun nanti
Tentang doa-doa yang akan menelusup di rumpun perdumu
di kesunyian pagi

Jakarta, 3 Februari 2013
02.05 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 20, 2013

Ketika Aku Bersijingkat

Ketika aku bersijingkat pagi itu
Pergi diam-diam dari pintumu
Ternyata bulan sudah menunggu di atas gunung
Ah, aku tak berani menentang tatapannya

“Dari mana kamu, anak nakal?”, sapanya pelan

Aku makin tertunduk
Bukan takut
Hanya malu akan rona memerah di wajahku

Terdengar kecipak air
Mungkin ikan-ikan di balong sedang menertawaiku

“Dia cantik?”

“Iya.” Kali ini baru aku berani mengangkat muka

“Hehehe… Kamu memang nakal.”

Kepalang tanggung
Aku sunggingkan seringai nakal dari bibirku

“Boleh kan? Lagi pula aku kan laki-laki.”

Tawanya semakin keras

“Ya… Ya… Aku paham itu.”

“Bolehkah aku meminta sesuatu?” Aku memberanikan diri bertanya

“Apa itu?”

“Maukah kau membantuku menjaganya?”

“Aku mau saja. Tapi aku tak selalu ada di setiap malam.”

“Tidak apa-apa. Cukup saja di setiap kau datang, katakan padanya bahwa hidup selalu punya cara agar segalanya baik-baik saja.”

Aku berteriak
Setengah berlari meninggalkan tempat itu
Hanya sempat aku tangkap anggukannya dari ekor mataku
Karena mulai kulihat pendar matahari
Sementara aku tak benar-benar ingin pagi itu berlalu

Banyuresmi, 30 Januari 2013
07.28 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.