<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Biru Samudera</title>
	<atom:link href="http://birusamudera.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://birusamudera.wordpress.com</link>
	<description>Berjuanglah pengembara, dengan seizin Tuhanmu...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jun 2011 11:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='birusamudera.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Biru Samudera</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://birusamudera.wordpress.com/osd.xml" title="Biru Samudera" />
	<atom:link rel='hub' href='http://birusamudera.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hujan Nih, Kir&#8230;</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2011/06/21/hujan-nih-kir/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2011/06/21/hujan-nih-kir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 11:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[(Teruntuk: Alm. Ahmad Syakir) Hujan nih, Kir… Hujan… Bukan maksud kaitkannya dengan pertanda Aku cuma ingin bercerita Ia datang justru saat engkau beranjak pergi Adakah engkau yang memintanya? Karena engkau tahu pasti aku suka pada hujan Pada rinainya yang tingkahi lampulampu jalan Pada bulirnya yang bersikejar di bangkubangku taman Karena engkau tahu pasti aku suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=212&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(Teruntuk: Alm. Ahmad Syakir)</em></p>
<p>Hujan nih, Kir…<br />
Hujan…<br />
Bukan maksud kaitkannya dengan pertanda<br />
Aku cuma ingin bercerita<br />
Ia datang justru saat engkau beranjak pergi<br />
Adakah engkau yang memintanya?</p>
<p>Karena engkau tahu pasti aku suka pada hujan<br />
Pada rinainya yang tingkahi lampulampu jalan<br />
Pada bulirnya yang bersikejar di bangkubangku taman</p>
<p>Karena engkau tahu pasti aku suka pada hujan<br />
Yang padanya dititipkan tawa bocahbocah<br />
Yang padanya senyumku meruah</p>
<p>Karena aku tahu pasti<br />
Tak kan kau biarkan sedihku tergurat panjang</p>
<p>Hanya saja<br />
Jeda kita kini semakin tegas, kawan<br />
Meski hanya kain putih dan tanah merah<br />
Maka setiap kau rindu, kabarkan saja lewat hujan<br />
Biar kularung senyumku pada alirnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 9 Mei 2011 – 01:23 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=212&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2011/06/21/hujan-nih-kir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syakir dan Tentangnya</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2011/06/21/syakir-dan-tentangnya/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2011/06/21/syakir-dan-tentangnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 11:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Entah berapa lama saya sudah membiarkan kursor pada aplikasi pengolah kata ini berkedip-kedip begitu saja. Rasanya sulit mencari kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya semenjak saya terbangun untuk melakukan qiyammul lail, hingga saya menyalakan laptop saya dan termenung beberapa jenak di hadapannya. Hari ini merupakan hari kelahiran almarhum Papa 84 tahun yang lalu. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=209&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Entah berapa lama saya sudah membiarkan kursor pada aplikasi pengolah kata ini berkedip-kedip begitu saja. Rasanya sulit mencari kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya semenjak saya terbangun untuk melakukan qiyammul lail, hingga saya menyalakan laptop saya dan termenung beberapa jenak di hadapannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini merupakan hari kelahiran almarhum Papa 84 tahun yang lalu. Tapi hari ini juga, saya akan mengantar jasad sahabat saya, Ahmad Syakir, ke peristirahatan terakhirnya. Penyakit asma yang bertahun-tahun diderita, akhirnya menjadi jalan baginya untuk pulang. Saya didera rindu dua kali lipat. Dan ini bukan sesuatu yang mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sudah mengenalnya selama 4 tahun. Sama-sama bekerja di kantor dan dalam bidang yang sama. Bahkan saya dan almarhum pernah tinggal satu atap, setidaknya 1,5 tahun lamanya. Kami tinggal di satu kos bersama teman-teman lainnya, termasuk istrinya sebelum mereka menikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada banyak hal jika ingin sekedar bercerita tentangnya. Apalagi kami sudah seperti keluarga. Saya ingat pernah menumpang makan di rumahnya, di sebuah malam lebaran. Waktu itu saya tidak bisa pulang kampung dikarenakan oleh pekerjaan. Saya begitu rindu pada rumah dan Mama. Maka saya tak menolak ketika Syakir mengajak untuk mampir ke rumah dan bertemu keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya ada dua hal dari almarhum yang begitu melekat di ingatan saya. Yang pertama, suatu hari ia mendatangi saya sambil memberikan dua buah buku. Salah satunya adalah buku kumpulan doa-doa yang ditulis oleh almarhum ayahnya. Ketika itulah saya baru tahu bahwa almarhum ayahnya adalah seorang ulama terkenal di masanya. Waktu saya tanya kenapa dia tiba-tiba dia memberi saya buku, dia bilang itu karena dia melihat saya gemar sekali membeli dan membaca buku-buku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian hal yang kedua, jika saya sedang dengannya berdua saja, maka tidak lama obrolan kami akan membahas tentang almarhum ayah kami masing-masing. Seperti anak kecil, kami akan saling mebanggakan diri. Membanggakan sosok mendiang ayah yang kami rindukan. Sering kali terasa naïf, tapi kami menikmatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, saya merasa sangat kehilangan dia. Apalagi, beberapa bulan belakangan saya dan beberapa teman lainnya sering menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul. Dan kegembiraan kami begitu meluap ketika muncul dua bayi kembar mungil dari buah cinta Syakir dan Windah, istrinya. Dua sosok yang baru berusia 4 bulan, yang membuat perasaan saya lebih campur aduk lagi saat melihat mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang tidak ada satu hal pun yang abadi dari segala ciptaan-Nya. Apa yang berasal dari-Nya akan kembali pula kepada-Nya. Selamat jalan, sahabat. Istirahatlah dengan tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 8 Mei 2011 – 05:00 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=209&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2011/06/21/syakir-dan-tentangnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rembulan Kembali</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/19/rembulan-kembali/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/19/rembulan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 16:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[(Untuk: Uthe) Kamu tahu, mengapa malam ini rembulan kembali? bersijingkat di balik ilalang panjang mengendap-endap dari kerling angin meski ia harus mencari dari balik gedung-gedung tinggi Untung mendung urung bawa hujan agaknya, telah dibujuk pula burung-burung malam agar tak terbang melintas di dekatnya agar binarnya cemerlang Kamu tahu, mengapa malam ini rembulan kembali? karena ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=203&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(Untuk: Uthe)</em></p>
<p>Kamu tahu,<br />
mengapa malam ini rembulan kembali?<br />
bersijingkat di balik ilalang panjang<br />
mengendap-endap dari kerling angin<br />
meski ia harus mencari dari balik gedung-gedung tinggi</p>
<p>Untung mendung urung bawa hujan<br />
agaknya, telah dibujuk pula burung-burung malam<br />
agar tak terbang melintas di dekatnya<br />
agar binarnya cemerlang</p>
<p>Kamu tahu,<br />
mengapa malam ini rembulan kembali?<br />
karena ia begitu ingin bermain<br />
di beranda matamu</p>
<p>Jakarta, 19 April 2011 – 22:38 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=203&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/19/rembulan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Lupa</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/19/aku-lupa/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/19/aku-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 16:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Acapkali aku lupa, di mana harus membaringkan letih Kerap jalanan asing dan berduri, tak lagi kumaki Aku hanya memainkan hari Dan tak lagi menghitung waktu Aku lupa, kalau aku punya rindu Karena setiap menemukanmu Matamu tak memberi arti Kalimatmu teka-teki Maka kuberlari Sembunyi Dalam sebuah jawaban yang kupahami : aku lupa Jakarta, 6 Juli 2010 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=198&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Acapkali aku lupa, di mana harus membaringkan letih<br />
Kerap jalanan asing dan berduri, tak lagi kumaki<br />
Aku hanya memainkan hari<br />
Dan tak lagi menghitung waktu<br />
Aku lupa, kalau aku punya rindu<br />
Karena setiap menemukanmu<br />
Matamu tak memberi arti<br />
Kalimatmu teka-teki<br />
Maka kuberlari<br />
Sembunyi<br />
Dalam sebuah jawaban yang kupahami<br />
: aku lupa</p>
<p>Jakarta, 6 Juli 2010 – 19:49 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=198&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/19/aku-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidurlah, Nara</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/17/tidurlah-nara/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/17/tidurlah-nara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 16:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Tidurlah, Nara. Lelap. Alammu saat ini tak lagi berbatas untuk kau jelajahi. Sementara, biarkan aku membuka kembali catatan-catatanku. Mencoba mengulang segala hafalanku tentangmu. Aku memulainya dengan mengingat wangi rambutmu. Membaca dan membacanya lagi. Mengalur setiap helainya, lalu menambahkan setiap yang memutih ke dalam catatanku. Begitu juga dengan setiap kerut yang mulai muncul di dahi dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=193&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tidurlah, Nara. Lelap. Alammu saat ini tak lagi berbatas untuk kau jelajahi. Sementara, biarkan aku membuka kembali catatan-catatanku. Mencoba mengulang segala hafalanku tentangmu. Aku memulainya dengan mengingat wangi rambutmu. Membaca dan membacanya lagi. Mengalur setiap helainya, lalu menambahkan setiap yang memutih ke dalam catatanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan setiap kerut yang mulai muncul di dahi dan ekor matamu. Biarlah. Biar tetap seperti itu. Tak perlu bermacam pulasan kosmetik. Karena Nara, aku begitu suka bermain di dalamnya. Menelusuri ruang-ruang kenangan. Meski kadang terasa seperti labirin yang menjebak dan membuatku tak ingin beranjak. Tapi justru itu semua yang membuatku bisa bertahan hingga kini, menjalani kehidupan yang penuh liku dan kejutan. Dan aku akan menghadapinya terus, hingga waktu yang ditentukan bagiku untuk pergi dari dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hey…! Lihat itu! Satu jerawat nampak malu-malu muncul di pipi kananmu. Ah, kau sudah bukan anak muda lagi, Nara. Atau memang karena sedemikian besarnya cintamu kepadaku? Haha… Kalau itu, aku sudah tahu. Tak perlu lagi kau tunjukkan lewat jerawat itu. Aku tahu, bahkan di setiap detik semenjak kau turut menjejakkan kakimu, menyejajari langkahku. Aku selalu tahu dari senyum yang terlukis di bibirmu meski terkadang letihmu demikian memuncak. Aku tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bibir itu… Jelas sudah tak seranum dulu. Perlahan menghitam, dan nampak mulai muncul rekahan-rekahan mengering di beberapa bagiannya. Tapi bukankah keindahan bibir manusia tercermin dari kata-kata. Seperti kata-kata yang selalu mengalir jernih dari bibirmu. Kata-kata yang meneduhkan. Kata-kata yang membangkitkan. Kata-kata yang selalu mengingatkan diri kita akan siapa kita. Kata-kata yang juga berupa doa. Yang tegas, tapi sekaligus menyabarkan. Yang memaafkan banyak khilaf dan kesalahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah… itu semua salah satu dari sekian banyak hal yang selalu aku syukuri, Nara. Dan kuharap, kau pun mensyukurinya. Karena apa lagi? Apa lagi yang perlu kita cari setelah kita memiliki semua ini? Cinta yang menumbuhkan. Kebaikan yang melahirkan kebaikan-kebaikan lainnya. Semuanya berkah yang dianugerahkan kepada kita. Sebagian besar bahkan tanpa perlu kita minta. Apalagi yang perlu kita minta disaat usia kita tak lagi muda seperti ini, di mana masa kepulangan kita telah semakin dekat? Cukuplah kita memohon agar tetap diberikan keteguhan di atas jalan dan keyakinan kita selama ini. Dan inilah saat terbaiknya…</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Perlahan Jalu memegang dan menguncangkan pundak Nara dengan lembut. Satu kali… Dua kali…</em></p>
<p style="text-align:justify;">“Hhhmmmmm….”</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hanya gumam kecil terdengar dari bibirnya.</em></p>
<p style="text-align:justify;">“Bangun, Nara. Ini giliran sepertiga malammu. Bermunajatlah. Lampiaskan rindumu sepuasnya.”</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kelopak mata Nara pun terbuka. Selarik senyum menyungging di bibirnya.</em></p>
<p>Jakarta, 16 April 2011 – 03:57 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=193&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2011/04/17/tidurlah-nara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/pulang/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 19:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya jadi sering kepikiran tentang “pulang”. Bahkan dalam beberapa tulisan saya sebelumnya, sedikit atau banyak, ada menyinggung tentang itu. Ada sebuah rasa yang menggemuruh di dada ini. Mungkin ini berbanding lurus dengan pertambahan usia saya yang akan menyentuh angka 32. Itu berarti rentang waktu saya untuk mengembara, bermain, dan belajar, sudah demikian menyempit. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=185&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini saya jadi sering kepikiran tentang “pulang”. Bahkan dalam beberapa tulisan saya sebelumnya, sedikit atau banyak, ada menyinggung tentang itu. Ada sebuah rasa yang menggemuruh di dada ini. Mungkin ini berbanding lurus dengan pertambahan usia saya yang akan menyentuh angka 32. Itu berarti rentang waktu saya untuk mengembara, bermain, dan belajar, sudah demikian menyempit. Saya semakin dekat dengan “rumah”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibarat seseorang yang merantau jauh, lalu ia kembali ke awal. Ke tujuan akhirnya. Pulang, ke tempat di mana ia bermula. Ada kegembiraan dalam hatinya, seperti yang dirasakan hati ini. Rasa gembira karena ada kerinduan yang akan tertuntaskan. Ada rasa tidak sabar untuk bertemu kembali. Maka semakin dekat saya dengan rumah, detak jantung itu semakin kencang.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu jika saya pulang ke rumah yang sebenarnya. Lalu jika pengembaraan itu adalah kehidupan yang saya jalani, dan rumah yang saya tuju adalah Allah yang telah menciptakan? Entah. Campur aduk rasanya. Mesti ada rindu di situ. Ada cinta yang terbendung. Ada rasa ingin tahu, seperti apa “Wajah Yang Tercinta” itu. Wajah yang sesungguhnya pernah saya pandang saat masih berupa ruh yang belum ditiupkan ke dalam rahim seorang ibu. Wajah dari Ia yang bertanya kepada seluruh ruh manusia dan mengambil kesaksian, “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, tidak melulu itu. Ada tersisip pula cemas. Seperti anak kecil yang pergi keluar rumah dan bermain. Setiap kali wujud saya mulai terlepas dari pandangan Ibu, maka Ibu akan memanggil dan mengingatkan untuk tidak bermain terlalu jauh. Namun ketidaktahuan dan rasa ingin tahu, malah memancing saya untuk bermain jauh dan semakin jauh dari rumah. Bahkan, ketika rasa ingin tahu itu sudah terpenuhi sekalipun, ada godaan yang membuat saya ingin mengulangnya. Hingga waktunya saya pulang dan menemukan Ibu yang sedang marah, lalu menjewer kuping saya. Saya pun kena hukuman. Kemudian Ibu memaafkan saya, tapi di hari lain kejadian itu terulang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti itu juga kehidupan ini bukan? Saya menjauh. Bisa karena tidak tahu, atau pun tahu tapi bodoh. Kemudian saya kena “jewer”. Allah tidak ingin saya jauh dari-Nya. Tapi saya bandel lagi, dijewer lagi, bandel lagi, dijewer lagi, dan lagi. Selalu seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, wajarlah jika kecemasan itu bersemayam di dalam hati. Saya hanya berharap, saat kepulangan saya nanti, saya berada di bagian yang terbaik dalam hidup saya. Puncak kejayaan saya sebagai seorang hamba. Dan bukan dalam pengingkaran terhadap jawaban yang pernah ruh saya berikan kepada Allah, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga.</p>
<p>Jakarta, 4 April 2010 – 01:49 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=185&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Epitaf</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/epitaf/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/epitaf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 10:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[“Mengapa kita harus ke sini?” “Mengapa bertanya seperti itu?” tanyaku balik. “Aku takut. Tempat seperti ini selalu membuatku takut.” “Duduklah!” pintaku. Lalu hening menjadi jeda seketika. Kami duduk di atas semacam tembok yang rendah dan tidak panjang, yang sengaja dibuat sebagai tempat duduk. Hanya cukup untuk kami berdua. Ya Tuhan, rasanya sudah begitu lama semenjak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=182&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">“Mengapa kita harus ke sini?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Mengapa bertanya seperti itu?” tanyaku balik.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku takut. Tempat seperti ini selalu membuatku takut.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Duduklah!” pintaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu hening menjadi jeda seketika. Kami duduk di atas semacam tembok yang rendah dan tidak panjang, yang sengaja dibuat sebagai tempat duduk. Hanya cukup untuk kami berdua. <em>Ya Tuhan, rasanya sudah begitu lama semenjak terakhir kali menginjakkan kaki di sini. Rindukah Engkau kepadaku?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sehelai kelopak kemboja meluruh. Melintas jatuh. Nara merapat ke arahku. Nampak dingin agak mengganggunya dan tak menggubris mantel hangat yang ia kenakan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Apa yang engkau takutkan, Nara?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Entahlah. Mungkin karena aku terlalu banyak menonton film-film horor sewaktu kecil. Atau kehilangan, mungkin. Rasa khawatir akan kehilangan, terutama kehilangan orang-orang yang kita cintai. Atau mungkin juga, aku takut pada kematian itu sendiri, Jalu. Lagi pula, kenapa harus sepagi ini sih?”</p>
<p style="text-align:justify;">Langit masih gelap, memang. Hanya di timur sana nampak mulai terang kebiruan. Sunyi. Hanya sesekali satu dua orang melintas di jalan kecil, tak jauh dari tempat kami duduk. Ibu-ibu yang akan pergi ke pasar atau bapak-bapak yang akan berangkat kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maaf, Nara. Setiap aku ke sini, aku seringkali memilih waktu seperti ini. Seusai sholat shubuh. Bagiku saat fajar adalah saat yang paling menenangkan. Tanpa perlu berhadapan dengan sekelompok ibu-ibu atau pun anak-anak, yang meminta-minta hampir tanpa melakukan sesuatu. Aku bisa agak berlama-lama di sini. Merenung. Berbincang dengan seseorang yang sering aku rindukan kehadirannya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Nara memandangiku. Ada sejumlah tanya di matanya. Tapi, ia nampak lebih memilih untuk diam.</p>
<p style="text-align:justify;">“Setiap kali aku pulang ke rumah, setiap kali aku mendengar ada seseorang yang pergi meninggalkan kehidupan, setiap kali itu pula aku berusaha menyempatkan diri untuk berkunjung.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Baru seminggu yang lalu bukan, ada seorang kawanmu yang meninggal? Akibat hydrocephalus itu?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya…”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, Jalu. Harinya bersamaan dengan meninggalnya ayah dari seorang temanku juga. Padahal sehari sebelumnya aku baru saja menengok seorang teman lain yang baru saja melahirkan. Hhhhhh… Selalu seperti itu kah? Setiap ada yang datang, selalu ada yang pergi. Jangan-jangan, jumlah orang yang ada dalam kehidupan kita hanya segitu-segitu saja. Tidak lebih, tidak kurang.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Bisa jadi. Tapi yang jelas, siapa yang datang, siapa yang tinggal, dan siapa yang pergi, semuanya sudah ditetapkan. Ini hanyalah sebuah pergiliran dan rutinitas. Seperti saat kita dipertemukan. Kemudian engkau memberi banyak warna dalam hidupku. Dan suatu saat nanti, masing-masing dari kita akan merasakan kehilangan. Aku selalu sadar bahwa cepat atau lambat, akan tiba saatnya kita berpisah. Aku hanya berharap bahwa kematianlah satu-satunya alasan untuk itu. Bukan “kematian kecil” yang menyebabkan salah seorang dari kita meninggalkan yang lainnya, untuk menjalani kehidupan lain di dunia yang sama.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Menyedihkan.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Memang, Nara. Tapi nyata, dan harus kita hadapi. Kita pergi dan menempuh perjalanan, serta menghadapi segala kesulitannya. Bukan untuk apa-apa sesungguhnya. Karena tujuan dari setiap perjalanan adalah kembali pulang dengan selamat. Dan di sinilah tempat kita akan kembali.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian kami larut dengan pikiran masing-masing. Diam. Lima menit, mulai terdengar kicau burung dan kepak sayapnya saat berloncatan dari dahan ke dahan. Sepuluh menit, tak terasa semakin banyak orang yang melintas. Lima belas menit, langit sudah demikian terang. Dingin sudah beringsut perlahan semenjak tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sampai kapan kita di sini, Jalu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menengok dan memandang wajahnya. Teduh, meski ada sedikit cemas di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kamu sudah ingin pergi dari sini?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya. Walau pun terang, tempat ini masih menakutkan bagiku.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Baiklah. Beri aku sedikit lagi waktu untuk berdoa.”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku bangkit dari dudukku. Lalu berjongkok di samping pusara berhias marmer, yang tetap diam membisu di hadapan kami semenjak tadi. Tanganku mengelus pelan permukaannya. Sementara bibirku bergerak lambat, melafadzkan doa tanpa suara. <em>Aku rindu. Rindu akan senyumanmu. Rindu mendengar senandung dan petikan gitarmu. Ah… aku rindu wajah tuamu di saat terakhir aku melihatmu.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Nara telah berada di sampingku saat aku menutup doaku. Pandangnya begitu melekat pada susunan nama yang tertulis di batu nisan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dia Papamu?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, inilah makamnya. Dia yang pernah aku ceritakan kepadamu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pun berdiri, menggamit tangannya dan mengajaknya pergi dari tempat ini.</p>
<p>Jakarta, 23 Februari 2010</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=182&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/epitaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat dari Jauh</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/surat-dari-jauh/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/surat-dari-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 10:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Jauh, Nara&#8230; Apa kabar dirimu di sana? Jarak. Waktu. Ruang. Kekosongan. Selalu ada kerinduan yang tersisip di dalamnya. Tapi tidak melulu hanya itu. Rentang jarak dan waktu, juga memberikan ruang untuk berpikir. Kekosongan, bisa menjadi tempat terbaik untuk mencerna sesuatu. Tanpa perlu terlalu khawatir dengan segala bias subyektifitas, yang seringkali mengaburkan pandangan kita. Hingga membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=178&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jauh, Nara&#8230; Apa kabar dirimu di sana?</p>
<p style="text-align:justify;">Jarak. Waktu. Ruang. Kekosongan. Selalu ada kerinduan yang tersisip di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi tidak melulu hanya itu. Rentang jarak dan waktu, juga memberikan ruang untuk berpikir. Kekosongan, bisa menjadi tempat terbaik untuk mencerna sesuatu. Tanpa perlu terlalu khawatir dengan segala bias subyektifitas, yang seringkali mengaburkan pandangan kita. Hingga membuat kita seperti kehilangan arah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berada jauh darimu, memberiku ruang itu, Nara. Ruang yang cukup untuk mengurai segala yang telah terjadi di antara kita selama ini. Mencerna segala rasa yang ternyata turut berubah, seiring perjalanan waktu. Dan itu tentu menimbulkan satu dua pertanyaan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Mengapa aku?”, salah satunya. Mengapa kamu? Sebuah pertanyaan yang membutuhkan waktu lama untuk memikirkannya. Karena aku kembali tak menemukan jawaban selain yang pernah kukatakan padamu, “Aku tak tahu jawabannya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku memang tak pernah ingin mencintai seseorang dikarenakan sekedar “apa”, “mengapa”, atau “siapa”. Karena setahuku, memang tidak pernah dibutuhkan alasan untuk itu. Alasan hanya akan membatasi cinta itu sendiri. Karena, jika suatu saat alasan itu sudah tak ada lagi, berarti berakhir pula cinta itu. Ah, naif rasanya jika seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Nara&#8230; Keadaan yang melingkupi kita selama ini, kupikir bukan pula penyebab utama semua ini. Pertemuan kita, kemudian kedekatan kita sebagai teman misalnya, aku lebih menyebutnya sebagai jalan yang dibukakan. Dengan sejumlah petunjuk di dalamnya. Aku hanya mengikuti itu semua. Bukankah hidup memang seperti itu adanya. Seperti teka-teki, hidup terdiri dari sekumpulan petunjuk. Manusia hanya perlu mengikuti petunjuk-petunjuk yang Tuhan berikan. Menjalaninya dan mencari tahu, sekiranya anugerah apa yang akan Ia berikan. Bisa jadi itu adalah sesuatu yang kita harapkan. Bisa jadi juga sesuatu yang lebih besar dari itu. Toh Tuhan memang tidak pernah memberi sesuatu kurang dari yang kita harapkan. Perasaan kurang sering timbul karena kita terlalu terpaku pada harapan kita dan tidak melihat betapa besarnya sesuatu yang kita dapatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu tahu kan, Nara&#8230; Mencintai seseorang itu, selalu menjadi hal yang luar biasa. Terlepas dari berbalas atau tidaknya perasaan itu. Adalah kegembiraan tersendiri bisa melakukan sesuatu untukmu. Memberimu sedikit perhatian. Meski kecil dan mungkin tak terasa punya arti.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang seperti itu seringkali muncul tiba-tiba dan spontan. Begitu saja. Karena memang keadaan yang memungkinkan untuk itu. Maka, di hadapanmu aku bisa menjadi diriku apa adanya. Tanpa perlu basa-basi. Yang dengan mudah akan melakukan sesuatu tanpa perlu banyak berpikir apakah hal itu akan menarik perhatianmu atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak merasa perlu menutupi kelemahan dan kekuranganku di hadapanmu. Aku yang seketika bisa bertingkah seperti anak kecil. Bisa mengejek dan menggodamu, dengan lepas dan tanpa tendensi. Sama sekali tak perlu bungkus yang bernama kepura-puraan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti itulah setidaknya, Nara. Toh sependek dan sepanjang apa pun aku menulis, cinta tak akan pernah cukup didefinisikan dengan kata-kata. Lagipula, jika kita tarik kembali, di pangkal semua ini adalah aku yang sedang berdiri dengan sebuah pengharapan. Seorang lelaki dengan impian sederhananya: mencintai dan dicintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, tentang dunia kita masing-masing, sepenuhnya memang berbeda. Tapi ada ruang bernama hati yang dapat mempertemukan dan menyatukan kita. Dan saat ini, aku sedang menunggumu di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Purwokerto &#8211; Bandung, 13 Februari 2010</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=178&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2010/04/03/surat-dari-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ah&#8230; Silahkan Duduk, Nara</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2010/01/13/173/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2010/01/13/173/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 23:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali rumah adalah tempat terbaik untuk menyimpan berbagai hal yang seseorang miliki. Selalu malah. Mungkin seperti itu bagi sebagian besar orang. Juga setidaknya bagiku. Kamu tahu itu kan, Nara. Aku menyimpan setiap wujud dan bayangan. Di setiap sudut dan ruangan. Aku akan menyalakan pelita setiap kali aku perlu membacanya. Sebagian atau seluruhnya. Pelita, Nara. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=173&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sering kali rumah adalah tempat terbaik untuk menyimpan berbagai hal yang seseorang miliki. Selalu malah. Mungkin seperti itu bagi sebagian besar orang. Juga setidaknya bagiku. Kamu tahu itu kan, Nara.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menyimpan setiap wujud dan bayangan. Di setiap sudut dan ruangan. Aku akan menyalakan pelita setiap kali aku perlu membacanya. Sebagian atau seluruhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelita, Nara. Karena apa yang aku baca sesungguhnya adalah cahaya. Entah yang memantul. Entah yang membias. Yang berbaris dalam urutan warna, yang bernama pelangi. Atau yang seperti kilat, yang hanya datang pergi secepatnya dan sering mengejutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sinilah, kita akan bisa memaknai setiap larik cahaya yang tertangkap. Titik demi titiknya, membentang jadi terang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa termenung, Nara? Apakah engkau bingung karena rumah ini terlalu sunyi? Tanpa hingar bingar. Tanpa koar-koar seperti yang dipekikkan oleh corong-corong radio atau televisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Biarlah semua itu hanya mondar-mandir di luar sana. Toh akan selalu bisa kita cerna dalam setiap perjalanan kita berangkat dan pulang kerja. Semua akan mengkristal, dari setiap tetes keringat kita yang mengalir, lalu mengering.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan di setiap kepulanganku ke rumah ini, aku akan membiarkan semua itu mengendap dalam sebuah perenungan. Dalam sunyi itu tentunya. Sering kali ditemani oleh secangkir kopi, dan sesekali ikut serta pula sebatang rokok. Pada akhirnya semua itu akan menjadi sebuah kenikmatan. Karena hidup sesungguhnya memang indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Nara, apa yang bisa kau dengar di sini hanyalah madah-madah. Sesekali dalam lantun kidung puja-puji, kepada Yang Menghadirkan kita dalam kehidupan ini. Yang Maha Memelihara segalanya. Jika ingin, kau pun bisa turut mendendangkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah&#8230; silahkan duduk, Nara. Maaf karena terlalu lama membiarkanmu berdiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Yah&#8230; inilah rumahku. Tempat di mana aku dibesarkan. Rumah yang menuntun dan melindungiku dari kerdil dunia. Jika pada akhirnya engkau memutuskan untuk turut menetap, engkau telah tahu harus ke mana. Rumahku tak akan pernah beranjak, Nara. Di sini. Di hatiku.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Jakarta, 14 Januari 2010</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=173&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2010/01/13/173/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Beruang &amp; Master Hiu</title>
		<link>http://birusamudera.wordpress.com/2010/01/13/guru-beruang-master-hiu/</link>
		<comments>http://birusamudera.wordpress.com/2010/01/13/guru-beruang-master-hiu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 23:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>birusamudera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Gila Lelaki Gila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://birusamudera.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang benar-benar pantas untuk kita sombongkan sebagai manusia jika untuk sebuah hal kecil saja kita harus belajar pada sekawanan hewan buas seperti ikan hiu atau beruang? Pertanyaan ini sempat mengusik diri saya dikarenakan beberapa hal atau peristiwa yang sempat saya lihat dan dengar. Beberapa minggu yang lalu, saya sempat menonton sebuah program dokumenter di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=167&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apa yang benar-benar pantas untuk kita sombongkan sebagai manusia jika untuk sebuah hal kecil saja kita harus belajar pada sekawanan hewan buas seperti ikan hiu atau beruang? Pertanyaan ini sempat mengusik diri saya dikarenakan beberapa hal atau peristiwa yang sempat saya lihat dan dengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa minggu yang lalu, saya sempat menonton sebuah program dokumenter di saluran National Geographic. Di situ diceritakan mengenai beberapa penyelam dan peneliti yang akan melakukan penelitian tentang ikan hiu. Yang membuat saya kagum adalah, mereka sama sekali tidak menggunakan peralatan pengaman berupa kurungan atau kerangkeng, yang dapat melindungi diri mereka dari serangan ikan hiu yang terkenal ganas.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu per satu, para penyelam memasuki kedalaman air. Perlahan dan hati-hati, mereka mendekati sebuah titik di dasar laut yang berkarang. Nampak segerombolan ikan hiu dari berbagai jenis, yang sepengetahuan saya semuanya termasuk jenis hiu karang. Hiu karang ini memang berhabitat di laut dangkal, perairan pantai, atau perairan berkarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlihat banyak. Jelas lebih dari jumlah semua jari di tangan manusia normal. Beberapa ekor nampak tenang, tak banyak bergerak di dasar laut. Rupanya itu adalah dari jenis hiu buto alias <em>Tawny Nurse Shark (Nebrius Ferrugineus)</em>, yang cenderung kalem dan tidak agresif. Saya sendiri pernah secara langsung merekam gambar hiu jenis ini dalam sebuah kolam di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa ekor lagi nampak berenang, melayang-layang, dan berputar-putar. Karena terlalu takjub dengan gambarnya, saya tidak begitu menyimak apa yang diceritakan oleh si narator. Tapi seingat yang saya lihat, itu adalah hiu jenis <em>Blacktip</em> atau <em>Whitetip Reef</em>. Masih hiu karang juga, tapi yang ini lebih agresif terhadap mangsanya. Nampak juga satu dua ekor hiu martil (<em>Hammerhead</em>) yang aktif berkeliling. Bahkan salah satunya melahap seekor ikan hiu yang sedang sekarat akibat kalah berkelahi dengan sesamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang mencengangkan adalah, semua penyelam menyaksikan hiu-hiu itu dari jarak sangat dekat. Apalagi di bagian terakhir film itu, diperlihatkan bagaimana mereka mencoba mendekati seekor hiu putih (<em>Great White Shark</em>), yang terkenal sebagai hiu pemangsa yang paling ganas dan ukuran badannya termasuk paling besar dibandingkan hiu yang lain. Hanya berbekal tongkat pendek, yang disentuhkan ke moncong hiu itu jika ia mendekat untuk mendeteksi keberadaan penyelam di dekatnya. Lama-kelamaan hiu tadi terbiasa dan para penyelam bisa berenang di dekatnya, bahkan beberapa orang berhasil mengelus perut ikan hiu itu saat melintas di atas mereka. Dari dokumenter itu pula saya jadi tahu bahwa daging manusia sebenarnya tidak termasuk dalam menu makanan pilihan hiu-hiu itu. Dalam kasus-kasus penyerangan terhadap manusia ternyata hiu sekedar “mencicipi” akibat adanya rangsangan tertentu. Salah satunya adalah bau darah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mencoba mengaitkan cerita tadi dengan apa yang tengah dialami oleh seorang sahabat. Sudah beberapa tahun saya tidak berjumpa dengan sahabat yang satu ini karena rentang jarak. Maklum, saat ini kami memang tinggal berlainan kota. Dan beberapa waktu yang lalu kami berhasil menyambung komunikasi lewat dunia maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata acara chatting itu malah dijadikan sebagai ajang curhat. Ia sedang kebingungan menghadapi ibu mertuanya, yang menuntut banyak hal dari suaminya. Materi, mau pun non materi. Sementara mereka berdua juga memiliki keterbatasan dan kebutuhan keluarga sendiri. Apalagi ditambah dengan kelahiran putra kedua mereka. Ia sudah mencoba untuk membicarakannya, tetapi sang suami tidak terlalu suka jika masalah dengan ibu mertuanya itu diungkit-ungkit. Makin bingunglah sahabat saya ini menghadapi situasi seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri, juga ikut kebingungan setelah mendengar keluhannya itu. Merasa canggung karena bagi saya, masalah keluarga seperti itu tidak semestinya diceritakan kepada orang luar seperti saya. Juga karena saya tidak tahu harus memberi saran apa. Wong saya sendiri belum punya pengalaman berkeluarga. Dan setahu saya, di dalam Islam, seorang ibu memiliki kedudukan dan hak yang lebih terhadap anak lelakinya, dibanding seorang istri terhadap suaminya. Apalagi ibu mertua sahabat saya itu sudah lama ditinggal mati ayah mertua. Sementara kehidupan serta nafkah sehari-harinya bertumpu dari pemberian sang anak. Alhasil, saya hanya bisa berusaha menghibur dan membesarkan hati sahabat saya tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Malamnya, di hari yang sama, saya menelpon seorang sahabat lainnya yang kini menetap di Pulau Dewata. Setelah membicarakan banyak hal, saya pun menceritakan kasus tadi dan mencoba meminta pendapatnya. Ia pun sepandangan dengan saya mengenai kedudukan sang ibu, anak lelaki, dan istri. Malah jika dipraktikkan mentah-mentah − secara <em>saklek</em> kalau orang jawa bilang − untuk urusan pendapatan misalnya, si anak menyerahkan terlebih dulu kepada ibunya. Setelah ibunya mengambil sesuai dengan yang dibutuhkan, barulah sisanya diperuntukkan bagi si anak dan keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tapi toh kenyataannya, terutama saat ini, tidak seperti itu juga. Karena dalam hubungan antar manusia, ada yang namanya komunikasi dan negosisasi,” begitu sahabat saya melanjutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan di sinilah letak tantangan dan seninya. Pada bagaimana cara kita mendekati orang lain dan mengkomunikasikan secara baik mengenai apa yang kita harapkan darinya. Dalam kasus sahabat saya di atas, berarti bagaimana dia bisa meluluhkan hati ibu mertuanya agar mau juga mengerti kondisi yang harus dijalani keuarganya. Tidak sendirian tentunya, si suami pun harus ikut membantu dan juga berkomunikasi langsung dengan sang ibu. Bisa jadi butuh beberapa tahapan. Bisa jadi juga memakan waktu yang panjang. Tapi, apa yang bisa dicoba jika sama sekali tidak ada yang kita mulai.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa kaitannya dengan hiu-hiu tadi? Mungkin akan lebih jelas setelah saya ceritakan isi film dokumenter lainnya yang belum lama ini saya beli dan tonton. Judulnya “Grizzly”. Salah satu episode dari serial Wildlife Specials produksi BBC.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah Jeff Turner, seorang pembuat film asal Kanada. Ia telah menghabiskan 15 tahun terakhir hidupnya untuk mempelajari karakter beruang Grizzly, si beruang ganas berbulu coklat yang banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara. Karnivora besar yang kuat, cepat, dan banyak akal. Dengan bobot sekitar 500 kg, ia bisa berlari secepat lari seekor kuda saat memburu mangsanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Grizzly adalah binatang yang cenderung individual dan soliter. Tapi Turner menemukan bahwa grizzly juga memiliki sisi lembut dan toleran terhadap kehadiran dirinya sebagai manusia. Dalam film itu Turner mengajarkan bagaimana caranya agar bisa berada sedekat mungkin dengan grizzly. Dan memang menakjubkan, melihat ia dengan santai mengambil gambar di tengah beberapa ekor beruang yang sedang berburu dan berpesta ikan salmon di sebuah sungai. Atau begitu dekatnya ia dengan dua ekor beruang, induk dan anaknya yang berusia remaja, yang sedang memakan pucuk-pucuk rerumputan. Bahkan salah satu grizzly itu mendekati kamera Turner dan menciumi lensanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah… hiu dan beruang yang buas pun, yang tindakan-tindakan mereka lebih dikarenakan oleh insting dan kebiasaan, memiliki sebuah sisi yang bisa mengantarkan kita untuk berada sangat dekat dengan mereka. Berarti demikian juga dengan manusia yang dibekali dengan nurani dan juga akal. Pasti juga mempunyai sisi atau celah, yang bahkan tidak hanya satu, untuk kita masuki agar kita bisa saling memahami.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa yang menghalangi kita hingga kita tidak bisa melakukannya? Ada banyak hal. Ego kita yang begitu besar. Ketakutan yang tidak wajar akan hal yang tengah kita hadapi, sama seperti pikiran kita yang dipenuhi ketakutan akan keganasan hiu dan beruang. Keengganan. Banyak hal. Banyak faktor dan variabel. Dan sering kali kita membiarkan diri kita terkungkung dengan itu semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah kutipan panjang dari kata-kata Jeff Turner di penghujung film tadi, “Ketika aku bertemu beruang ini 13 tahun yang lalu, aku hanya tahu sedikit tentang grizzly. Hanya tahu mereka bisa berbahaya. Tapi aku belajar alangkah lembut dan tenangnya grizzly. Jadi ketika ia mendatangiku, aku tidak takut. Dari ratusan pertemuan dengan mereka selama bertahun-tahun, apa yang paling mengesankanku adalah toleransi mereka. Aku merasa sering diterima di dunia mereka. Dengan membiarkan aku dekat, aku jadi kagum karena menyadari bahwa beruang seperti kita. Mereka semua individu dengan berbagai karakter. Memang mudah melihat dalam diri mereka, cerminan dari kehidupan kita. Namun ketakutan kita menghalangi kita untuk menghargai kesamaan itu. Seperti kata orang, bahwa kita hanya melindungi apa yang kita sayangi, dan kita hanya menyayangi apa yang kita pahami. Aku tak ingin hidup di dunia tanpa grizzly. Jadi aku berharap agar kita semua memulai untuk memahami. Berbagai wajah dari hewan yang indah ini.”</p>
<p>Bandung, 17 November 2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">Biru Samudera</span><br />
</span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Comic Sans MS;color:#3366ff;"><span style="font-size:xx-small;">semua orang adalah guruku<br />
alam raya sekolahku</span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/birusamudera.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/birusamudera.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=birusamudera.wordpress.com&amp;blog=4133837&amp;post=167&amp;subd=birusamudera&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://birusamudera.wordpress.com/2010/01/13/guru-beruang-master-hiu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed8567756048ab32236fd216c1085c38?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">birusamudera</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
