Oleh: birusamudera | November 17, 2014

Perempuan dari Masa Lalu

Entah dari apa aku berteduh. Mungkin, dari waktu demi waktu yang menderaskan kamu. Kamu yang pernah jatuh, lalu mengalir jauh.

Entah dengan cara apa kamu kembali. Mungkin dengan menunggang angin bertopang awan. Lalu luka-luka di aspal jalan menampungmu. Sebagai genangan. Membuatku ingin selalu, berkaca pada masa lalu.

Jakarta, 17 November 2014
03.20 WIB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: