Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #14

aku belajar dari labalaba di sudut kamar
cara merajut kesetiaan
yang dengannya rindu akan kuselimuti
cinta akan kuperam

Jakarta, 21 Februari 2013
19.52 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Iklan
Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #13

di rimbun pepohon tak nampak katakata
cinta telah sedemikian
merupa angin yang mengantar ke tepian

Jakarta, 21 Februari 2013
19.39 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 21, 2013

Sajak Igau #12

Tergoda oleh gemericik sungai yang pulang
Bolehkah aku cemburu pada lautan?

Jakarta, 21 Februari 2013
19.27 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 20, 2013

Ilalang #2: Selamat Pagi

Selamat pagi, Ilalang…

Mungkin kau masih terlelap
Namun di sebelahku, secangkir kopi telah siap
Telur mata sapi telah ludes aku santap
Sebentar lagi, aku akan beranjak ke dunia tak beratap
Aku harus menata hidup sepenuh harap
Agar nanti, saat kau putuskan untuk menetap
Hatiku telah menjadi lindung yang nyaman
Teduh yang tenang
Bagi mimpi yang kau bangun perlahan dalam senyap
Bagi letih harimu yang akan sebisa mungkin kudekap

Jakarta, 20 Februari 2013
06.04 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 20, 2013

Ilalang #1: Selamat Tidur

Selamat tidur, Ilalang…

Sepertinya aku masih akan menahan kantuk
Sejenak
Melanjutkan konspirasi kecilku dengan huruf-huruf di papan kunci
Tentang kata-kata yang akan diucapkan kabut dan embun
saat engkau bangun nanti
Tentang doa-doa yang akan menelusup di rumpun perdumu
di kesunyian pagi

Jakarta, 3 Februari 2013
02.05 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Februari 20, 2013

Ketika Aku Bersijingkat

Ketika aku bersijingkat pagi itu
Pergi diam-diam dari pintumu
Ternyata bulan sudah menunggu di atas gunung
Ah, aku tak berani menentang tatapannya

“Dari mana kamu, anak nakal?”, sapanya pelan

Aku makin tertunduk
Bukan takut
Hanya malu akan rona memerah di wajahku

Terdengar kecipak air
Mungkin ikan-ikan di balong sedang menertawaiku

“Dia cantik?”

“Iya.” Kali ini baru aku berani mengangkat muka

“Hehehe… Kamu memang nakal.”

Kepalang tanggung
Aku sunggingkan seringai nakal dari bibirku

“Boleh kan? Lagi pula aku kan laki-laki.”

Tawanya semakin keras

“Ya… Ya… Aku paham itu.”

“Bolehkah aku meminta sesuatu?” Aku memberanikan diri bertanya

“Apa itu?”

“Maukah kau membantuku menjaganya?”

“Aku mau saja. Tapi aku tak selalu ada di setiap malam.”

“Tidak apa-apa. Cukup saja di setiap kau datang, katakan padanya bahwa hidup selalu punya cara agar segalanya baik-baik saja.”

Aku berteriak
Setengah berlari meninggalkan tempat itu
Hanya sempat aku tangkap anggukannya dari ekor mataku
Karena mulai kulihat pendar matahari
Sementara aku tak benar-benar ingin pagi itu berlalu

Banyuresmi, 30 Januari 2013
07.28 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Januari 11, 2013

Teka Teki Silang (Sajak Igau #11)

kotakkotak ini tak jua rampung
kosong
ah… aku masih memendam rindu

Jakarta, 7 Januari 2013

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Januari 11, 2013

Selamat Ulang Tahun, Cantik…

Selamat ulang tahun, Cantik…

Ah… Tapi jangan dulu mengembang hidungmu yang sepertinya memang sudah lebar itu ya… Aku tak mengartikan cantik sama seperti yang dipahami layar-layar tontonan atau para penjual kosmetik. Lagipula, aku juga belum pernah benar-benar melihat wujud aslimu.

Aku hanya mendefinisikan kata itu sesukaku saja. Sesuka rasaku menjalaninya. Cantikmu, bagiku mungkin sebatas luas layar smartphone di mana percakapan-percakapan kita terjadi. Pancarannya adalah susunan kalimat yang seringkali tak beraturan. Meski terkadang yang muncul adalah ucapan atau rengekan tak jelasmu yang sekilas seperti nampak tak penting. Dan ajaibnya, semua tersambung begitu saja.

Ronanya adalah segala hal yang bisa membuatku tersenyum. Bahkan tertawa puas. Seperti sesekali saat aku punya kesempatan untuk bisa membayangkan bahwa ada separas wajah cemberut di seberang sana, setiap kali aku menggoda atau melontarkan ejekan-ejekan kecil.

Nah… balik lagi ke hari bahagiamu. Ulang tahun adalah sebuah perayaan yang umurnya hanya satu hari. Lampu-lampu sorot diarahkan kepadamu. Semua mata memandangmu dengan iringan riuh tepuk suka cita. Persis seperti penari yang berada di atas panggung. Dan kamu berhak atas semua itu. Ini harimu.

Ada satu hal yang aku pikir perlu untuk kau lakukan. Meski waktu satu hari tentu tak cukup untuk mereka ulang dan membaca kembali semua yang telah kau lalui setahun ke belakang. Proses adalah suatu bagian yang bukan tidak penting. Berlakulah tidak seperti layaknya kebanyakan penonton itu. Yang setelah layar ditutup, mereka beringsut kembali ke kehidupannya masing-masing. Mungkin tak banyak yang peduli pada bagaimana perjuanganmu untuk mempersiapkan hari pertunjukan. Bisa jadi, juga tak banyak yang mau tahu, apa yang sedang dan akan engkau persiapkan untuk pertunjukan berikutnya.

Kau bebas memandang dan memahami masa lalumu dengan caramu sendiri. Alangkah baiknya jika itu semua kau tujukan untuk mempersiapkan keabadianmu kelak. Menarilah terus. Ya, sebagaimana layaknya seorang penari. Bahkan hingga semua orang mulai melupakan, tetaplah menari hingga putaran terakhirmu. Karena seperti itulah cinta. Ia kekal tak terputus. Sifat yang turun dari Penciptanya, Pencipta kita. Cinta mampu mengatasi segala hal, seperti yang pernah kau bilang.

Selamat ulang tahun, Cantik…

Jakarta, 11 Januari 2013

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Januari 7, 2013

Sajak Igau #10

Gelap adalah waktuku,
untuk mengulang hafalan.
Tentang helaihelai rambutmu yang memutih,
dan alur keriput di wajahmu.

Jakarta, 8 Januari 2013 – 04:08 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

Oleh: birusamudera | Juni 18, 2012

Sajak Igau #9

Foto: Dok pribadi.
Lokasi: Masjid Al Irsyad, Kota Baru Parahyangan, Bandung

Senja selalu sebuah tanya.
Akan kita tundukkan pandang
atau menentang,
untuk pulang.

Bandung, 18 Juni 2012 – 17:55 WIB

Biru Samudera
semua orang adalah guruku
alam raya sekolahku

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori